Ribut Soal Harta Warisan, Adik Ipar Tewas Dihantam Besi

oleh -74 views
ribut-harta-warisan-sedong-kabupaten-cirebon
Kapolsek Sedong AKP Uton Hermawan (kiri) mendatangi rumah keluarga yang ribut harta warisan hingga berujung meninggalnya satu korban.

CIREBON – Pria berinisial SW (57) meregang nyawa. Awal masalahnya adalah ribut harta warisan. SW yang ribut-ribut, dia pula yang akhirnya tidak tertolong.

Dihantam dengan besi di bagian dahi oleh kakak iparnya sendiri berinisial MN (61). Peristiwa itu terjadi di Kecamatan Sedong, Kabupaten Cirebon.

Berawal ketika SW mendatangi rumah MN pada Minggu sore (3/1) sekitar pukul 18.00. SW datang dengan emosi memuncak. Meminta harta warisan lebih kepada kakaknya.

Awalnya berjalan baik. Keluarga tak melarang SW meminta harta lebih, asalkan sesuai dengan aturan yang jelas.

Baca Juga: Lagi, Polisi Sita Miras di Lemahabang, Plumbon dan Karangsembung

Tapi, SW diduga sudah kadung emosi. Dia merasa tidak adil soal bagi-bagi harta warisan. Sehingga, terjadilah cekcok antar SW dan anak serta istri dari MN. Dia diduga sempat mendorong anak MN. Bahkan akan memukulnya.

Nah, MN yang melihat anak dan istrinya diperlakukan tidak baik itu pun tersulut emosi. Ia langsung mencari alat di dekatnya.

“Awalnya korban merasa tidak adil dengan pembagian warisan. Korban juga sempat akan mukul anak tersangka. Sehingga tersangka ingin melindungi anak dan istrinya. Ia langsung mengambil besi linggis berukuran 45 cm dan memukulkannya ke bagian dahi korban,” kata Kapolsek Sedong AKP Uton Suhartono, kemarin.

Pukulan yang keras itu langsung membuat korban jatuh pingsan. Melihat adik iparnya yang pingsan penuh darah dan dahi pecah, pelaku langsung ikut menolong korban dengan membawanya ke rumah sakit terdekat.

Bahkan, pelaku sendiri yang membawa korban untuk mendapatkan pertolongan medis. Korban kemudian dirujuk ke RS Cideres, Majalengka.

Sayang, tulang dahi yang pecah membuat korban menghembuskan napas terakhir dalam perawatan RS Cideres pada Selasa (5/1) sekitar pukul 04.30 WIB. Korban kemudian dimakamkan di Pemakaman Hulu Daeyuh, Desa Panambangan, Kecamatan Sedong.

“Setelah korban dimakamkan Rabu siang (6/1) keluarga korban mendatangi Polsek Sedong melaporkan kejadian tersebut. Menerima laporan itu kami langsung mengamankan tersangka di rumahnya tanpa perlawanan,” ujar kapolsek. (cep)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.