Oknum Marbot Cabup di Sumber Garap Murid Ngaji

oleh -47 views
marbot-cabul-sumber
Lokasi yang diduga dijadikan pelaku untuk melancarkan aksi cabulnya di salah satu masjid di Sumber, Kabupaten Cirebon. Foto: Cecep Nacepi/Radar Cirebon

CIREBON – N (51) seorang marbot di sebuah kompleks perumahan di Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, menjadi terduga pelaku pencabulan anak-anak yang juga murid ngaji.

Kelakuannya membuat warga geram. Oknum marbot nasjid itu mencabuli lebih dari lima anak di kompleks tersebut. Semua korbannya laki-laki. Bahkan perbuatan bejatnya itu direkam di ponsel miliknya sendiri.

“N ini marbot yang kami datangkan sesuai rekomondasi dari salah satu pondok pesantren. Ia mengurus masjid. Kami beri honor, makan, dan kita fasilitasi hidupnya di sini. Banyak warga yang ngasih sesuatu kalau ada acara. Kami udah baik. Tapi dia malah berkhianat dengan menodai anak-anak kompleks sini,” kata AN ketua RW setempat.

Baca Juga: Video Penampakan Angin Puting Beliung yang Porak-porandakan Desa Slangit

Diketahui, N sudah 8 bulan menjadi marbot di masjid tersebut. Ia kadang menjadi imam di masjid tersebut. Pada waktu luangnya, N juga mengajarkan anak-anak untuk mengaji.

Pada momen itulah, pelaku mengenal korbannya. Rupanya, pelaku ini mempunyai kelainan. Yaitu menyukai sesama jenis.

Pada momen tertentu, pelaku merayu para korbannya. Diajak ke kamarnya yang berlokasi di belakang masjid. Berbagai macam cara pelaku mengakali korbannya.

Baca Juga: Videonya Viral, Begini Kronologi Kecelakaan Chaca Sherly Versi Polisi

Ada yang diiming-imingi dengan makanan, uang, dan barang lainnya. “Belum ada yang sampai disodomi. Keterangan anak-anak, hanya buat mainan saja. Ada juga cium dada dan bibir. Paling parah ada yang ditelanjangi dan mau disodomi. Tapi anak-anak menolak dan menepisnya,” timpal B, salah satu warga yang anaknya juga menjadi korban.

Menurut B, pelaku melakukan tindakan bejatnya pada waktu tertentu. Bisa malam, dan bisa pula siang hari ketika sepi. Namun ia tidak tahu semenjak kapan perbuatan bejat N dilakukan.

Kasus tersebut kini masih ditangani oleh Unit PPA Polresta Cirebon. Namun, dalam penyelidikan itu, penyidik menemui kendala lantaran pelaku tidak mempunyai KTP.

Tak hanya itu, polisi juga belum mengantongi bukti karena video tersebut tidak terlihat wajah pelakunya. Sehingga polisi kini berupaya dengan mendatangkan 10 orang anak sebagai saksi. (cep)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.