Hantam Adik Ipar dengan Linggis, Mengaku Hanya Ingin Lindungi Anak Istri

oleh -59 views
sengketa-harta-warisan-sedong-cirebon
Kapolsek Sedong AKP Uton Hermawan (kiri) mendatangi rumah keluarga yang ribut harta warisan hingga berujung meninggalnya satu korban.

MN  kini meringkuk di balik jeruji besi Polsek Sedong karena ribut terkait harta warisan dengan adik iparnya. Pria 61 tahun asal Kecamatan Sedong, Kabupaten Cirebon, itu mengaku khilaf.

Dengan linggis, ia menghantam sang adik ipar hingga meregang nyawa. Di depan penyidik, ia mengakui perbuatannya.

MN mengaku khilaf dan tak sadar telah memukul korban dengan linggis. Di depan polisi, tersangka mengaku hanya ingin melindungi anak dan istrinya yang saat itu mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan dari adik ipar berinisial SW itu.

Baca Juga: Ribut Soal Harta Warisan, Adik Ipar Tewas Dihantam Besi

“Kepada kami, tersangka merasa tidak tahu akan seperti ini. Ia mengaku hanya ringan saja mengambil linggis dan memukulkannya ke adik iparnya hingga dahinya pecah. Tapi ia juga bertanggung jawab. Ia juga yang membawa korban agar segera  mendapat perawatan medis,” kata Kapolsek Sedong AKP Uton Suhartono kepada Radar Cirebon.

Menurut kapolsek, tersangka orang baik. Namun, hukum harus berjalan. Apapun alasannya, tersangka telah melakukan penganiayaan terhadap korban.

Baca Juga: Lagi, Polisi Sita Miras di Lemahabang, Plumbon dan Karangsembung

Pihaknya menjerat MN dengan Pasal 351 ayat (3) KUHPidana tentang penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia. (cep)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.