Drone Asing Bawah Laut Terobos Wilayah RI, Kita Dimata-matai?

oleh -82 views
drone-bawah-laut-china-masuk-laut-ri
Konferensi pers penemuan drone bawah laut.

RADAR CIREBON – Benda asing berupa drone bawah laut atau seaglider ditemukan masuk ke perairan Republik Indonesia (RI), di Perairan Selayar.

Benda itu, rupanya bisa difungsikan untuk keperluan militer maupun penelitian. Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal), Laksamana TNI Yudo Margono mengatakan, alat tersebut bisa menyelam di lautan dan mampu mengumpulkan data oseanografi.

“Alat ini seaglider. Banyak digunakan untuk keperluan survei atau untuk mencari data oseanografi di laut, di bawah lautan,” kata Yudo dalam jumpa pers di Pusat Hidrografi dan Oseanografi (Pushidrosal) TNI AL, di Jakarta, Senin (4/1/2021).

Menurut Yudo, seaglider memang bisa digunakan untuk berbagai kepentingan. Mulai dari kepentingan industri, survei, ataupun kepentingan militer karena kemampuannya dalam memetakan kondisi tertentu.

“Alat ini bisa digunakan untuk industri maupun digunakan untuk pertahanan. Tergantung siapa yang memakai,” ujar Yudo.

Alat yang sama juga disebut-sebut biasa digunakan negara tertentu untuk industri pertambangan. Biasanya digunakan untuk keperluan pengeboran minyak atau lainnya.

Di bidang industri perikanan juga bisa menggunakan alat tersebut untuk mencari ikan. Kemampuan alat itu jika digunakan untuk kepentingan militer.

Biasanya digunakan untuk memetakan kondisi tertentu yang nantinya menghasilkan data-data khusus. Alat juga bisa bertujuan untuk melakukan survei kondisi geografis.

Seperti diketahui, seorang nelayan Saeruddin (60) menemukan benda asing saat sedang memancing di perairan Selayar. Benda itu memiliki berat sekitar 175 kilogram dan panjang sekitar 225 centimeter (cm).

Pria asal Desa Majapahit, Kecamatan Pasimarannu, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan menemukan benda asing yang diduga sebuah drone laut.

Benda asing itu ditemukan di laut Bonerate, Kecamatan Pasimarannu, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulsel.

Sebelumnya, Wakil Ketua DPR RI Bidang Politik dan Keamanan, Azis Syamsuddin menyoroti temuan drone ini.

“Penemuan ini tidak boleh dianggap sepele dan harus mendapat perhatian khusus,” kata Azis.

Seperti diketahui, dalam dunia milter, drone juga dipakai sebagai pengintai. Azis meminta agar pemerintah tegas dengan kejadian ini. Termasuk meminta Kementerian Luar Negeri mengirimkan nota diplomatik. (yud)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.