Di Plumbon, Remaja Tawuran Bawa Sajam, Kejar-kejaran Pakai Motor

oleh -98 views
bentrok-bawa-sajam-plumbon
Salah satu pelaku tawuran terkapar di Jalan Raya Plumbon.

CIREBON – Sekelompok remaja asal Kabupaten Cirebon terlibat tawuran di Jl Raya Plumbon, Senin sore (4/1) sekitar pukul 15.48. Mereka, membawa senjata tajam (sajam) dan saling kejar dengan menggunakan motor.

Peristiwa itu bermula dari sekelompok remaja saling kejar dari arah Palimanan menuju Cirebon.

Setibanya di lokasi kejadian, dua kelompok remaja saling acungkan sajam. Nahas, waktu yang sama, mereka menabrak dua motor yang dikendari warga setempat.

“Mereka sekitar 8 motor, tawuran. Ada perempuannya juga. Masing-masing bawa sajam. Pas waktu itu ada motor keluar dari Jalan Desa Karangasem. Sehingga mereka tabrakan sama dua motor yang dikendari perempuan. Tapi mereka langsung bangun dan melarikan diri,” tutur Rian, salah satu karyawan toko yang ada di lokasi kejadian.

Aksi tawuran itu langsung menyita masyarakat. Warga dibuat geram. Dua orang masing-masing AN dan FK berhasil dicegat warga.

Keduanya masih berusia belasan tahun. FK yang mengendari sepeda motor Honda Beat itu hilang kendali karena dihadang masyarakat. Ia kemudian menabrak mobil yang sedang berhenti di pinggir jalan dan terjatuh.

Sementara AN yang membawa senjata tajam jenis celurit langsung diamankan masyarakat dan menjadi bulan-bulanan massa.

Untungnya, ada anggota polisi di lokasi tersebut. Sehingga AN langsung diamankan dan tidak ada masyarakat yang berani memberikan bogeman.

“Motor yang terakhir, stirnya goyang kayak bocor ban. Makanya mudah dihalau. Yang boncengnya bawa celurit. Jadi diamankan. Teman mereka lolos semua,” kata Rian di lokasi kejadian.

Di tempat yang sama, Karsono sekuriti salah satu bank di lokasi kejadian mengaku tidak mengetahui secara persis kejadian itu.

Pasalnya, saat kejadian ia sedang di dalam. Ia mengetahui peristiwa itu ketika korbannya sudah jatuh. Total ada 3 motor.

Tidak ada korban yang luka parah dalam kejadian itu. Hanya satu orang yang tergeletak. “Saya hanya tahu di lokasi ada 3 motor yang jatuh. Ada juga remaja yang ditangkap masyarakat karena bawa sajam,” ujarnya.

Tidak lama setelah kejadian, mobil ranger dari Polsek Depok pun datang ke lokasi kejadian.

F langsung dibawa ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan pertolongan medis. Sementara AN dimasukan ke dalam mobil ranger agar tak menjadi amukan masyarakat.

AN kini harus bermalam di sel Mapolsek Depok karena kedapatan membawa sajam.

Saat ditemui Radar Cirebon di Mapolsek Depok, AN mengakui kalau dirinya membawa sajam tersebut.

Tapi membantah kalau sajam tersebut miliknya. Katanya, sajam jenis celurit itu adalah titipan dari temannya. “Celurit milik teman Pak. Ia hanya menitipkan, kalau mau pakai silakan,” ucapnya.

AN juga menerangkan awal kelompoknya melakukan tawuran. Peristiwa itu bermula ketika kelompok AN sedang nongkrong di Alun-alun Palimanan.

Secara tiba-tiba, salah satu kelompok menyerang AN dengan cara melemparkan batu. AN dan kawanannya pun langsung tidak terima. Mereka langsung mengejarnya, hingga terlibat saling kejar.

“Mereka sekolah lawan. Mereka memulai dengan nyerang kelompok saya. Kita gak terima dong. Jadi ya dikejar. Bentrok di depan Mako TNI AD Plumbon. Sampai di lokasi kejadian kami jatuh karena dihalangi oleh masyarakat,” aku AN. (cep)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.