30 Kali Beraksi di Indramayu, Maling Motor Didor Polisi

oleh -43 views
curanmor-indramayu
Polres Indramayu saat menggelar konferensi pers akhir tahun, Kamis (31/12). Foto: Utoyo Prie Achdi/Radar Indramayu

INDRAMAYU – Pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) asal Kecamatan Arahan Kabupaten Indramayu, akhirnya dilumpuhkan petugas dengan timah panas.

Petugas Satreskrim Polres Indramayu melumpuhkan pemuda dengan inisial  SJD (22), yang sudah 30 kali beraksi di berbagai wilayah.

Polisi menembak kaki kanannya, karena saat hendak diamankan melawan petugas dan berusaha kabur. Padahal, petugas telah memberikan tembakan peringatan ke udara beberapa kali.

Baca Juga: Drone Asing Bawah Laut Terobos Wilayah RI, Kita Dimata-matai?

“Tindakan tegas dilakukan karena pelaku berusaha melawan, menyerang, dan membahayakan petugas pada saat dilakukan penangkapan,” tegas Kapolres Indramayu AKBP Hafidh S Herlambang didampingi Kasat Reskrim AKP Luthfi Olot Gigantara, saat menggelar konferensi pers.

Kapolres mengungkapkan, pengungkapan kasus pencurian pemberatan curanmor itu bermula jajaran Satreskrim mendapatkan beberapa laporan dari  warga, yang sepeda motornya hilang.

Dari laporan itu, petugas kemudian mendatangi lokasi kejadian dan meminta keterangan dari sejumlah saksi. Dari keterangan yang didapat, langsung melakukan penyelidikan hingga mengarah kepada pelaku yakni SDJ alias JMBT.

Baca juga: Warga yang Tenggelam di Sungai Cimanuk, Tiap ke Pasar Harus Berenang Nyeberang Sungai

Petugas berhasil membekuk pelaku saat berada di rumahnya. Dari tempat itu, pelaku digelandang ke mapolres untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya dan dilakukan pemeriksaan.

“Saat dimintai keterangannya, pelaku mengakui perbuatannya sebanyak 30 kali di lokasi berbeda,” tegas kapolres.

Dijelaskannya, untuk modus operandinya, tersangka mengambil sepeda motor yang sedang terpakir, lalu merusak kunci kontak kendaraan menggunakan alat-alat yang dibawa.

Polisi juga berhasil mengamankan sejumlah  barang bukti. Diantaranya 6 sepeda motor, 1 buah kunci letter T terbuat dari besi, 7 batang anak kunci letter Y yang ujungnya sengaja diruncingkan.

Kemudian 1 buah anak kunci letter Y yang ujungnya berbentuk kotak, 1 batang kunci magnet, 1 buah pinset. Alat-alat tersebut digunakan tersangka untuk melancarkan aksinya.

“Aggota kami juga sedang memburu satu rekannya yang ikut dalam kejahatan tersebut. Identitasnya sudah kami ketahui,” ujarnya.

Akibat perbuatannya, pelaku terancam Pasal 363 Ayat (2) KUHP dengan pidana penjara paling lama 7 tahun,” tegasnya. (oet)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.